Template by:
Free Blog Templates

Thursday, 21 April 2011

Aku.....Lelaki....

Seorang lelaki yang gundah
tak mungkin menangis
mustahil berteriak pada dunia
yang hanya bisa tertawa

karena aku sang karang
tak terpatahkan ombak
tak boleh terlihat rapuh
hanya dalam hati bisa berkeluh

mungkinkah kalian mengerti
aku juga manusia berhati
tak terbuat dari besi
bisa meranggas dan mati

akan kutanggung beban ini
tapi pintaku setulus hati
jadilah tempatku berbagi hari
karena aku tak sanggup sendiri

Monday, 18 April 2011

Luntaping pikir

Aku bakal merbung
senajan wuluku mbok bubuti
rogoku iso mbok gondeli
nanging ora pikirku
ora kurang lehku nglabuhi
koyo ngene walesanmu
tapi aku ora peduli
uripku dudu ning tanganmu
pancen aku meneng
ojo mbok kiro aku wedi
suk tekane pesti
ora ono sing biso ngalangi
pancen wancimu dadi priyayi
wanciku dadi abdi
nanging ra ono sing abadi
iso rubah manut pakerti
saiki sing mbok tandur olo
suk bakalan tuwuh cuwo
ora niatku agawe cidro
mergo kabeh tak pasrahke
sing akaryo jagat ora tau sare

Sunday, 17 April 2011

Kau yang di sana

Kulihat lagi sosokmu
tak ada yang beda
masih sama seperti kemarin
tetap mampu getarkan hatiku

senyum itu belum hilang
masih setia menghias bibirmu
tingkah jenakamu
tatapku tak lepas darimu

disinilah aku berdiri
memang terlalu jauh
walau tak bisa kuhirup wangimu
biarlah kunikmati indahmu

wahai bidadari kecil
memang kau tak tergapai
tapi ijinkan aku menerjemahkanmu
dalam bias puisi puisiku

Saturday, 16 April 2011

asreping wengi iki

Duh gusti,wengi iki koyo luwih dowo soko wengi liyane.Pikiranku gemambyang rono".Terlalu akeh sing tak pikirke.Masa laluku,uripku saiki ugo masa depanku.Aku koyo mlaku ning tengah wengi tanpo obor.Dalan uripku pancen samar bahkan kadang peteng.Akeh persimpangan dalan sing kudu tak pilih sing ujunge aku ra ngerti parane.Akeh krikil bahkan bongkahan watu sing ngalang ngalangi.Saiki aku bener" ra ngerti paran.Ugo ra enek sing iso tak takoni.Aku bener" dewe ing njero kebingungan iki.Aku mlayu lan terus mlayu senajan sejatine wes ra kuat.Wes kesel aku berharap enek tangan sing gelem ngrangkul pundakku.Sing iso tak nggo sandaran saat aku pengen nangis, nangisi petenge uripku.Tapi aku wes bosen.Kabeh gak enek sing peduli.Kabeh gur peduli nyang kepentingane dewe.Duh gusti,aku wes bosen urip koyo ngene.Aku wes berusaha dadi wong apik.Berusaha kuat nanggung tanggung jawab iki.Nanging opo walesane,sing tak tompo tembung sing nyengak kuping.Duh gusti,salahku opo,nek pancen salah,tulung njenengan paringi petunjuk aku kudu piye,mergo aku mulai ragu menowo nandur kebecikan iku bakal ngunduh kebecikan.

bunga untukmu

Hilang senyap desah semilir angin
sisakan sisa sisa keheningan
sujud dalam untaian doa doa
puji sempurnanya indahmu
bidadari penghuni surga
berselimut kescian para raib
berhiaskan intan berlian raja raja

kau udara bagiku
tiang kekuatan penyangga asa
binar pelita saat dingin menusuk raga
kau membawa bara cinta
memberi gairah
hangatkan jiwa yang hampa
hingga kembali merona

kau pegang kendaliku
luruhkanku dalam pelukmu
relakan semua sisa umurku
menjadi nafasmu
hingga aku terlena
terbuai lautan keindahan
dan tak ingin terlepas lagi

Thursday, 14 April 2011

MTGW 2

Untuk yang hatinya terdiam
dalam lamunan: Tuhanku Yang Maha Penyayang, Malam ini entah mengapa hatiku
berhenti bercakap dan diam
menatap buram jalur lamunan
pikiranku
yang tak tahu apa yang kuinginkan. Tapi aku ini kekasih kecil-Mu,
dan Engkau Tuhan Yang Maha
Sejahtera,
yang sesungguhnya tak membatasi
apa yang bisa kuminta. Tuhanku, esok pagi gembirakanlah
aku
dengan rezeki yang indah. Aamiin

Wednesday, 13 April 2011

mario teguh golden ways

Pak Mario, saya orang muda yang labil.
Saya harus apa Pak?
Berlari adalah keadaan hampir jatuh. Hanya orang yang menjaga
tubuhnya
dalam keadaan hampir jatuh,
yang akan maju dengan kecepatan
lari. Stabilitas pribadi tidak sesuai bagi
orang muda. Orang muda memang harus labil,
karena itu sifat asli kemudaanmu,
yang memang harus maju dengan
kecepatan tinggi. Khan, katanya mau berhasil semuda
mungkin?
mario teguh

Monday, 11 April 2011

Aku sayang kamu

Free Image Hosting

Masih kuingat jelas di memoriku, saat pertama kita bersua, wajahmu yang memerah dalam ranum kemanjaan sedang menyambutku.Pancarkan ketenangan, kedamaian serta kelembutan.Menghangatkan kalbuku dalam kesedihan. Pandanganmu yang penuh keyakinan menjeratku. Senyummu yang tanpa polesan seperti mengguncang jantungku.
Wajahmu yang cantik secantik bidadari meski sangat bersahaja. Tubuhmu yang langsing, senyummu yang manis, kulitmu yang putih. Kau tampil apa adanya.
Dari hari ke hari ada sesuatu yang aneh dalam hidupku.Semenjak aku mengenalmu, aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan. Hanya wajahmulah yang selalu hadir di setiap langkahku dan di dalam tidurku.Saat di dekatmu aku merasa tentram. Aku merasa menemukan sesuatu yang teramat murni dan jujur dari sikap dan kata-katamu. Kemanjaan dan ketegasanmu keluar dengan wajar dari kuncup hatimu.
Ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu.Sesuatu yang belum pernah aku katakan kepada wanita lain.Belum pernah aku katakan kepada wanita siapa pun.
Jikalau engkau memang diciptakan untukku, ke mana pun kau berlari tujuanmu adalah aku.Jikalau memang kau milikku, ke mana lagi tempatmu mengadu cinta dan rindu. Aku sayang kamu.Aku ingin kau menjadi kekasihku.Seperti mimpi yang kutawarkan pada lautan dan senja dahulu.
Hari ini kupenuhi janji,aku datang padamu dengan segala kumungkinan, maka dengarkan dan terserah apa yang kau bilang.Aku sayang kamu dengan apa pun adaku dan apa pun adamu.

Wednesday, 6 April 2011

Dahaga jiwa

Malam masih setia dengan keangkuhanya.Saat sayup rintik hujan tak mampu damaikan hatiku masih juga berbalut gundah.Mencoba menelaah sisi demi sisi misteri masa.Aku bimbang, jiwaku tak jua temukan pelabuhan.Memang kulihat pendar pendar harapan.Tapi saat kudekati baranya seakan bakar ragaku.Mungkin ini hanya ilusi,pelampiasan kepengecutanku yang tak mampu menatap keindahan.
Perlahan guntur membuka suara.Mencoba iringi symfoni yang semakin hampa.Seakan mengejekku yang tak mampu berdamai dengan fikiranku sendiri.Yang hanya percaya hitung logika,hingga semakin mengerdilkan hati.Membuatku tak percaya roda nasib akan berputar.Karena yang kulihat,yang kurasakan hanya ludah ludah para begundal berkuasa.Yang senyumnya berisi cibiran.
Bahkan cintapun hanya omong kosong belaka.Karena saat dia mekar,yang tumbuh hanya bunga bunga kemunafikan.Yang terus berteriak pada hati bahwa jiwa ini tak pantas untuk cinta yang hanya dilahirkan untuk para raja.Bukan untuk kaum papa yang hina.Yang harus berdamai kala cinta datang,membohohongi hati dengan kenyataan.Membiarkan benih itu meranggas dan mati.
Tak ada yang peduli,walau sekuat tenaga berteriak.Karena hilang ditelan angin kesombongan.Mata mata yang terus mengawasi,mengabadikan cengkeramanya.Mengubur nasib dalam lingkaran setan ini.Sudah kering harapan keindahan,bosan bohongi nurani,munkin memang guratan takdir,diam dalam kepasrahan dan biarkan waktu yang mengakhiri.

Friday, 1 April 2011

bias rasa

Aku masih terpaku di sini
terpesona indah parasmu
hanya bisa terdiam tanpa kata
kagumi sempurnanya wujudmu

tak pernah lelah aku berharap
tangan lembutmu menyentuhku
hangat senyumu membelaiku
hapus perih dahaga cinta

kumohon jadilah dawai gitarku
agar symfoni ini terlengkapi
kan kurangkai nada nada indah
yang menjadi penyejuk hatimu

tapi tak akan kupaksakan cintamu
sekarang terserah padamu
akankah kau lengkapi rasa ini
atau hanya impian semu

indahnya perbedaan

Free Image Hosting

Pernahkah kalian berfikir kenapa sebuah lagu bisa begitu menyentuh jiwa.Itu karena PERBEDAAN.Coba bayangkan jika sebuah lagu memainkan nada yang sama pasti terasa membosankan.
Begitupun idup,berbeda beda tapi saling melengkapi.Saling memperbaiki dan menutupi kekurangan masing masing.Tanpa perbedaan,hidup hanya akan seperti mesin yang statis.
Perbedaan adalah pewarna hidup.Fitrah yang diberikan tuhan untuk mewarnai dunia.Oleh karena itu tak seharusnya perbedaan menjadi pemisah.Yang justru mengoyak indahnya lukisan Tuhan.
Biarlah perbedaan menjadi pengikat.Yang akan terus menyatukan jiwa kita.Yang akan membuat kita berjalan dalam damai.
Salam satu jiwa