Template by:
Free Blog Templates

Saturday, 3 March 2012

My real dream


Aku selalu menganggap bhwa mimpi
hanyalah bunga tidur,tp tidak dg
mimpiku tadi malam.Saat itu aku
merasa sedang berada di suatu
pantai.Disana aku melihat 3 orang
yang berdiri seakan menanti ombak. Orang pertama,saat ombak datang
dia selalu berlari ke arah tebing untuk
menghindar.Wajahnya ketakutan
seakan ombak itu akan menelanya.
Kemudian aku lihat orang kedua.Dia
hanya mematung menanti ombak datang.Dia tak berbuat apa" sehingga
saat ombak datang, dia tersapu dan
lenyap begitu saja.
Orang ketiga bediri dengan papan
selancaranya,dia berlari
menyongsong ombak kemudian berdiri di atasnya,menikmatinya,
seakan dia mampu mengendalikanya.
Saat terbangun aku termenung.Aku
merasa ini jawaban Tuhan dari
kegundahanku selama ini.Seakan Dia
berkata "Hidup ini memang penuh mara bahaya seperti ombak
itu.Keberhasilan hidup seseorang
ditentukan bagaimana dia
menghadapinya,apakah sperti orang
pertama yang selalu menghindar dari
masalah.Mungkin dia selamat,tapi tetap menjadi pengecut yang tak
akan mampu dibebani tanggung
jawab.
Ataukah menjadi seperti orang
kedua,yang hanya pasrah tanpa
usaha.Tanpa mau meningkatkan kualitas dirinya.Dan saat marabahaya
datang,tak ada yang bisa
dilakukanya,hingga hancur lebur tak
berbekas.
Orang yang berhasil akan memilih
menjadi seperti orang ketiga.Dia mempersiapkan papan selancarnya,
seperti orang yang selalu belajar
untuk menghadapi masalah.Berusaha
memperkuat pundaknya untuk
mengangkat beban yang lebih
berat,sehingga saat ombak datang dia justru menyongsongnya karena dia
tahu kesulitan itu yang akan
menempanya, menjadikanya lebih
kuat dan semakin kuat.
Aku kembali termenung,selama ini
aku masih sering lari dari masalah sperti orang pertama,putus asa dan
menyerah seperti orang kedua.Tapi
aku akan selalu berusaha untuk
bangkit dan menjadi lebih kuat
seperti orang ketiga.Semoga.

0 comments: