Template by:
Free Blog Templates

Tuesday, 24 April 2012

Aku banget

Sebenernya aku berusaha nggak copy paste tapi tulisan ini bener" bisa menggetarkan jiwaku

Awan Berubah Setiap Waktu di Langit yang Sama
Posisi“ kamu berdiri hari ini sama
dengan 7 tahun lalu. Padahal banyak
teman-temanmu sudah melangkah
jauh di depan sana. Sementara kamu
masih termangu-mangu di sini
memandang awan. Awan yang terus bergerak dan berubah setiap waktu,
melukis langit dengan gambar yang
tak pernah sama setiap hari.” Iya “ tuh, sementara aku masih gini-gini aja. Udah nasib kalee.
Apa adanya aja deh.” Kalau “ saja kamu melakukan apa yang seharusnya.. bukan pasrah ,apapada ‘ adanya’ kayaknya kamu bisa ikut tertawa bersama teman-
temanmu di depan sana..” Ya “ nggak pasrah juga sih. Aku kan pernah mencoba,
berusaha, tapi terus mentok sana
mentok sini. Ya udahlah. Sebetulnya
sih, aku iri juga pada teman-teman.
Mereka nggak lebih pintar kok
dibanding aku. Dalam beberapa hal malah kemampuanku di atas mereka.
Tapi mau bilang apa? Kenyataannya
mereka lebih mujur, lebih
beruntung, lebih dekat dengan nasib
baik. Mungkin juga lebih disayang
sama Tuhan.” Sebetulnya “ kamu punya hampir semua syarat untuk maju dan
sukses.” Hampir “ semua, berarti ada yang aku nggak punya dong.” Kamu “ kreatif, cerdas, gigih, terlatih, setia, ceria, punya kemauan
kuat..” Hahaha “.. ngantuk ku jadi ilang mendengar pujian abang.
Tersanjung..” Kreatif “ menciptakan dalih dan alasan untuk setiap kegagalan
dan ketidakbecusan. Cerdas ketika
menyampaikan alasan itu sehingga
tak terbantahkan, gigih
mempertahankannya dan mampu
meyakinkan sehingga pihak lain mengangguk-angguk mafhum dan
maklum. Dalam hal berdalih dan
beralasan, kamu sudah sangat
terlatih. Kamu “ juga orang yang setia. Setia dengan posisi pijakanmu,
sehingga kamu tak hendak beranjak
ketika banyak teman-temanmu telah
melangkah. Dan kamu punya
kemauan kuat untuk selalu
menunda-nunda pekerjaan, menunda-nunda pelaksanaan niat,
menunda-nunda prioritas yang perlu
diutamakan. Sama kuatnya dengan
kemauan untuk selalu bersantai dan
berleha-leha..” Ngantukku “ bener-bener lenyap. Tapi bukan karena
tersanjung, tapi tersinggung haha..” Bener “ kan, kamu memang orang yang ceria. Tersinggung pun
kamu ngakak hahaha..” Hm “.. aku sebetulnya nggak tersinggung kok. Malah tersanjung.
Bener, tersanjung. Abang bukan
sekedar menguliti aku, tapi
membedahku. Nggak mungkin
abang bisa ngomong seperti itu
kalau abang nggak punya perhatian. Terima kasih bang, aku senang
diperhatiin sama abang." Hampir “ semua syarat yang kamu punya untuk maju, pada
akhirnya yang terpenuhi malah
hampir semua syarat untuk tak bisa
melangkah maju. Kalau saja
kecenderungan yang kamu miliki itu
berubah menjadi energi positif, ia akan menggerakkanmu melakukan
perubahan. Hasilnya insya Allah
akan luar biasa, dan kamu benar-
benar akan hadir sebagai pribadi
yang berbeda. Pribadi yang
bergairah bercengkerama dengan waktu untuk melakukan hal-hal yang berguna.” Tapi “ kok ya berlebihan kalo aku dibilang terlatih untuk berdalih.
Kesannya kan kalo berdalih itu
sekedar mencari pembenaran untuk
hal-hal yang keliru, menutupi
kelemahan, minta dipahami, minta
dimaklumi. Kayaknya kok aku cemen banget. Padahal yang biasa
aku lakukan itu berargumentasi lho
bang. Jadi serba nalar dan rasional.
Kalo dalih kan cenderung
emosional..” Nah “ itu.. yang kamu omongin itu dalih juga. Hasil
akhirnya kan sama, untuk membela
diri, biar nggak kelihatan memble
hehe..” Waduh “..”
Kamu “ senang memandang awan kan..? awan yang kamu lihat,
yang kamu kagumi, tak pernah sama
setiap hari. Ia bergerak dan
berubah. Kadang tebal menggumpal,
kadang tipis berbaris. Kadang putih,
kadang kecokelatan, kadang kelabu hitam. Kadang ia membentuk lukisan
indah menawan, kadang seseram
kepala setan. Lukisan awan adalah
bentuk yang terlukis dalam
imajinasimu. Imajinasimu terpancar
dari keruh atau beningnya hatimu. Awan bergerak dan
berubah, tapi ia tetap melayang di
langit yang sama. Imajinasimu
bergerak, bahkan dalam gerakan
yang liar dan binal mengikuti
pergerakan awan. Tapi kamu masih tetap disini. Kamu masih orang yang
sama, orang yang dulu juga. Kamu
masih berdiri dan berpijak di tempat
yang sama. Separo umurmu pergi
bersama imajinasi, larut dalam
kekosongan ilusi dan tipuan halusinasi.
Mengapa kamu tak juga
beranjak? Terlalu lama berdiri disini
akan membuatmu berlumut, kelu,
dan beku. Terlalu lama berdiam disini
akan membuatmu menjadi kecambah yang lemah. Bergeraklah dengan
Bismillah, insya Allah kamu akan
mendapat pijakan baru yang lebih
baik dan lebih bermakna. Seperti
awan yang bergerak dan berubah di
langit yang sama, kamu pun bergerak dan berubah menjadi lebih
mulia di bumi yang sama. Awan
bergerak dengan bertasbih memuji-
Nya.. kamu juga harus bergerak
dengan bertasbih memuji-Nya..” (banda bening)

0 comments: