Template by:
Free Blog Templates

Friday, 20 April 2012

Wanita, saat madu dan racun menyatu


Semua cowok normal pasti setuju.Cewek adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling indah.Tak ada yang bisa menggantikan kehadiranya.Terlihat begitu lembut, tapi mampu memikul beban yang begitu berat.Bisa terlihat tegar walau dalam cucuran air mata.
Tapi banyak juga yang bilang wanita itu racun dunia.Banyak perwira tangguh, mampu menghancurkan musuh, bertekuk lutut di hadapan wanita.Banyak pemimpin hebat, aktor hebat, sumai yang baik, harus kehilangan karir dan keluarganya karena tergoda moleknya tubuh wanita.
Dalam islam, wanita mempunyai posisi yang sangat terhormat.Memang pria adalah kepala rumah tangga.Tapi wanita, terutama seorang ibu tiga kali lebih dihormati. Bahkan kata nabi surga di telapak kaki ibu.
Bukankah para wanita itu yang akan menjadi ibu yang akan mendidik anak" yang kelak memimpin dunia.Lalu apa jadinya jika para pendidik itu tidak punya moral yang baik.Tentu akan menghasilkan pemimpin" yang tidak baik pula.Yang tidak bisa menepati takdir untuk menjadi khalifah di bumi ini.
Sekarang keadaan sudah sangat berbeda.Dengan alasan emansipasi, wanita seakan bebas melakukan apa aja.Celakanya mereka tidak bisa membedakan area pribadi dan publik sehingga tidak bisa menempatkan diri dengan semestinya.Kadang risih juga saat melihat mereka mempertontonkan tubuh di depan umum.Berusaha menjadi pusat perhatian.Padahal taukah kalian para wanita.Kami para pria memang akan terpana, tapi kemudian berfikir, wanita seperti itu hanya pantas dinikmati,bukan dicintai.
Wanita akan sangat terhormat jika mampu menjaga kehormatanya.Wanita tak perlu pergi berperang untuk berjihad.Hanya perlu menjadi istri yang menjaga martabat keluarga , menjadi ibu yang mampu menciptakan anak" yang soleh dan solihah.Maka janji Allah, surga yang akan menjadi balasanya.Itulah jihad sebenarnya seorang wanita.
Tapi jika sebaliknya.Memilih menjadi wanita yang mengobral tubuh, mengobral cinta.Hanya mencari kesenangan dunia.Kalian bukan hanya menghancurkan diri kalian sendiri, tapi juga keluarga, negara dan agama.

0 comments: