Template by:
Free Blog Templates

Wednesday, 29 August 2012

kadang...

kadang
aku tak mengerti perasaanku padamu
kadang
aku merasa kita teman
kadang
lebih dari sekedar teman
kadang
bukan siapa siapa

lelaki sejati itu...

Di jaman globalisasi seperti sekarang ini, mungkin sudah banyak yang lupa nasihat para tetua, padahal sebagai orang jawa,selalu ditanamkan untuk mikul duwur mendhem jero, mengangkat yg tinggi menanam yg dalam, yg berarti menghormati dan memperhatikan semua petuah dari orang terdahulu, karena menurutku banyak petuah itu yang masih relevan dengan keadaan sekaran.Seperti petuah yang pernah kudengar berikut ini.
Lanang sejati iku nduweni limang prasarat.Kapisan 'curigo', ateges gaman utowo keris yoiku sarana kanggo golek pangupo jiwo yoiku pakaryan.Kapindo 'turangga' ateges jaran, yoiku alat kanggo wira wiri, sing dituku nganggo usahane dewe. Katelu 'kukilo', ateges ingon' artine drajat sing duwur.Kapapat 'griya', artine omah sing dibangun dewe. Kalimo 'garwo' yoiku sisihan.
Artinya lelaki sejati itu mempunya lima syarat. Pertama 'curigo' berarti senjata atau keris,yaitu alat untuk mencari nafkah atau pekerjaan.Kedua 'turangga' berarti kuda yaitu alat transportasi yang diperoleh dg usaha sendiri. Ketiga 'kukio' yg berarti hewan peliharaan, dapat diartikan status sosial yg tinggi. Keempat 'griya' artinya rumah yg dibangun dg usaha sendiri. Kelima 'garwo' yg berarti istri.
Itulah nasihat para leluhur yang mengharuskan seorang lelaki untuk mampu bertanggung jawab kepada keluarganya.Karena sebagai seorang pemimpin sudah seharusnya mampu menjadi pengayom dan pelindung yang baik.

Sunday, 26 August 2012

ksatria yang terluka

tertatih di tengah badai
kesatria yang terluka
rapuh dan semakin rapuh
diantara harap yang semakin luruh
sementara suara terus bergema
amarah dendam benci
dendang kematian dalam simfoni
mengoyak zirahmu
tumpulkan pedangmu
entah masihkah tersisa tenaga
dari tulang yang membeku
masih tersirat api dimatamu
tapi hanya api semu
diantara cerca dan hina
kau luruh menanti senja

Thursday, 23 August 2012

entahlah

Beberapa hari ini entah mengapa aku merasa kehilangan, kehilangan diriku sendiri. Apa yang selama ini kuyakini, perlahan mulai kupertanyakan kebenaranya. Aku mulai memasuki ambang batas tabu, yang sebelumya kuharamkan, tapi kemudian keadaan memaksaku untuk merevisinya.Entahlah, selama ini mungkin aku merasa selalu teguh pada pendirian, tapi kemudian aku berfikir memang terlalu kolot, kaku, tidak fleksibel.Dulu aku selalu berpendapat hitam dan putih, tapi kemudian kutemukan area abu", dan ternyata aku lebih sering disitu.Atau lebih tepatnya keadaan memaksaku disitu.Aku bagaikan sendiri di padang pasir, kehausan, kelaparan, apakah aku bersalah jika harus mencuri makanan untuk bertahan hidup.Aku telah lama berada dalam prinsipku dan kurasakan keadaan tidak membaik. Bahkan sebuah niat baikpun sering berakhir malapetaka.Dan kemudian aku dipaksa untuk percaya, mempercayakan hidupku entah pada siapa.

Friday, 17 August 2012

jangan menyerah

Malam yang hening,begitu hening hingga aku bisa mendengar suaramu. Suara yang sering terabaikan, oleh deru suara kesombongan, ego, emosi, dan kadang keputusasaan, tapi kali ini kudengar bisikmu, hati nuraniku."Aku hampir putus asa, begitu berat beban menghimpitku" kataku.Kmudian kudengar bisikmu "taukah kamu mengapa baja begitu kuat?".Aku menatapmu heran, sampai kau lanjutkan kata katamu."karena dia akan menjadi kapak yang membelah kayu, bukan pisau yang hanya mengiris sayuran"."Aku tak mengerti" ujarku."Tuhan sedang menguatkanmu, karena di masa depan, akan ada tanggung jawab besar di pundakmu, jika Dia mentakdirkanmu biasa saja, kamu akan diperlakukan biasa saja, itu cara untuk menghebatkanmu"."Tapi kurasakan begitu berat" ujarku."lihatlah pedang dari baja,yang begitu tajam setelah ditempa, dibakar, digerinda.Jika baja itu patah sebelum jadi, hanya menjadi besi biasa yang tak bernilai" katamu."ya, aku mulai mengerti" kataku."Maka jangan pernah menyerah, yakinlah semua beban, semua cobaan ini, akan menghebatkanmu, menjadikanmu pedang yang kuat, dari baja yang tak bernilai".

Thursday, 9 August 2012

aku dan bayangmu

'Sedang apa kau disitu?'
'menunggumu'
'kemarilah, hampiri aku'
'itu takdirmu, tugasmu'
'aku tak sanggup'
'lalu bagaimana denganku?'
'aku takut tak mampu bahagiakanmu'
'bahkan untuk sekedar berjanji?'
'apakah kau percaya?'
'berjanjilah'
'bagaimana jika tak bisa kutepati?'
'berupayalah'
'apa kau akan bertahan?'
'buktikanlah'
'apa kau yakin?'
'mulailah'
'aku tak tahu caranya'
'apa tanganku terlalu jauh?'
'aku belum bisa meyakinkanku'
'maka aku masih di depan pintumu'