Template by:
Free Blog Templates

Friday, 17 August 2012

jangan menyerah

Malam yang hening,begitu hening hingga aku bisa mendengar suaramu. Suara yang sering terabaikan, oleh deru suara kesombongan, ego, emosi, dan kadang keputusasaan, tapi kali ini kudengar bisikmu, hati nuraniku."Aku hampir putus asa, begitu berat beban menghimpitku" kataku.Kmudian kudengar bisikmu "taukah kamu mengapa baja begitu kuat?".Aku menatapmu heran, sampai kau lanjutkan kata katamu."karena dia akan menjadi kapak yang membelah kayu, bukan pisau yang hanya mengiris sayuran"."Aku tak mengerti" ujarku."Tuhan sedang menguatkanmu, karena di masa depan, akan ada tanggung jawab besar di pundakmu, jika Dia mentakdirkanmu biasa saja, kamu akan diperlakukan biasa saja, itu cara untuk menghebatkanmu"."Tapi kurasakan begitu berat" ujarku."lihatlah pedang dari baja,yang begitu tajam setelah ditempa, dibakar, digerinda.Jika baja itu patah sebelum jadi, hanya menjadi besi biasa yang tak bernilai" katamu."ya, aku mulai mengerti" kataku."Maka jangan pernah menyerah, yakinlah semua beban, semua cobaan ini, akan menghebatkanmu, menjadikanmu pedang yang kuat, dari baja yang tak bernilai".

0 comments: